Monday, April 3, 2006

Selamatkan Predikat ''Lumbung Beras''dengan Sebatang Bambu

KEPEDULIAN Pemkab Tabanan dan masyarakatnya melakukan penghijauan dengan menanam bambu di sekitar lereng Gunung Batukaru, banyak mengundang perhatian berbagai pihak. Di antaranya tokoh nasional Marzuki Usman dan Sekjen Dephut Dr. Ir. Boen M. Purnama, M.Sc. Keduanya memberikan apresiasi positif serta berjanji akan menginformasikan ke semua pihak terkait atas kepedulian masyarakat Tabanan akan pelestarian lingkungan.

Marzuki Usman, yang juga mantan Menteri Pariwisata ini, memberikan acungan jempol terhadap kepedulian masyarakat dan Pemkab Tabanan dalam melestarikan lingkungan dengan cara menanam bambu. Masyarakat bersama Pemkab Tabanan, menurut pandangannya, telah berpikir jauh ke depan dalam menyelamatkan lingkungan.

Pilihan pohon bambu, katanya, sangatlah cocok dengan kondisi Tabanan yang memang banyak memerlukan air untuk mengairi sawah. ''Pilihan yang sangat tepat dan perlu ditiru daerah lainnya,'' katanya memberikan pujian. Tanaman bambu itu selain berfungsi ekonomis, juga menyimpan air di saat musim hujan. Dan, terbukti pada saat musim hujan ini tunas-tunas bambu semakin tumbuh dengan suburnya. Dan, pohon bambu itu siap menahan air.

Sementara itu, Sekjen Departemen Kehutanan Boen M. Purnama yang berkesempatan mengikuti secara langsung penanaman massal ribuan batang pohon bambu itu memberikan apresiasi positif terhadap langkah yang dilakukan masyarakat dan Pemkab Tabanan yang begitu peduli terhadap kelestarian hutannya. Apa yang dilihatnya itu merupakan yang pertama di seluruh Tanah Air dan pantas ditiru daerah lainnya.

Penilaian positifnya tidak berhenti sampai di situ. Dia berpendapat, langkah masyarakat dan Pemkab Tabanan sejalan dengan lima kebijakan pemerintah pusat, yang salah satunya berupa rehabilitasi dan pelestarian hutan. Melibatkan masyarakat secara langsung bukanlah pekerjaan mudah. Masyarakat biasanya lebih ingin menikmati dalam kepentingan sesaat daripada berbuat sesuatu yang belum tentu mereka sendiri bisa nikmati secara langsung. Ia pun berkeyakinan, di antara sejumlah masyarakat pernah menebang bambu tapi belum pernah menanamnya.

Sekjen Boen M. Purnama menambahkan, penghijauan dengan memanfaatkan bambu lokal, bukan hanya penting demi kelestarian sumber mata air, tetapi juga dapat berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Mulai baru tumbuh pohon bambu sudah memiliki nilai guna bagi kepentingan masyarakat. Pohonnya yang baru tumbuh (rebung) bisa dibuat sayur sebagai pelengkap makan sehari-hari. Nilai jualnya juga lumayan bagus serta bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakatnya.

Berikutnya batang bambu tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri, seperti kerajinan rumah tangga, keperluan rumah beserta lainnya. Di antaranya yang paling mungkin bisa mendatangkan hasil lebih adalah bambu tersebut bisa dibuat kerajinan tangan yang memiliki nilai impor. ''Saya lihat di beberapa tempat di Bali, ada masyarakatnya menjadikan bambu sebagai barang kerajinan mewah. Sudah tentu hal itu memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi,'' katanya.

Hanya, Sekjen Boen M. Purnama tidak menginginkan kepedulian tersebut hangat-hangat tahi ayam. Kepada semua masyarakat, ia minta agar aksi menanam bambu di sepanjang Gunung Batukaru terus dikembangkan. Bila perlu aksi tersebut telah ditanamkan pada generasi muda, sehingga dalam dirinya tumbuh kecintaan terhadap lingkungan. Khususnya dalam penanaman bambu, diharapkan tumbuh pemikiran bahwa penghijauan dengan menanam bambu memiliki arti lebih di kemudian hari.

''Saya yakin kehidupan masyarakat Bali mulai lahir sampai meninggal dunia selalu berhubungan dengan bambu. Oleh karena itu, cintailah bambu dengan cara menanamnya dan tidak bisa hanya menebang,'' paparnya.

Tantangan yang diungkapkan Sekjen Boen M. Purnama itu bila dicermati sesungguhnya pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi Pemkab dan masyarakat Tabanan. Bambu selain nilai ekonomisnya yang tinggi, juga bisa jadi sumber kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Bambu bagaimana pun harus diakui sebagai penyimpan air yang bagus. Bila air dimiliki, itu berarti tidak ada ketakutan lagi bahwa predikat Tabanan sebagai lumbung berasnya Bali akan hilang. Semoga saja tantangan itu berhasil. (sub) . (Sumber : Bali Post, 3 April 2006)

No comments: